Kamis, 14 Oktober 2010

fundamental analysis

Dalam menganalisis fundamental sebuah perusahaan, saya membaginya menjadi 3 bagian yaitu pertama lihat income statement(laporan keuangan) ,kedua balance sheet(neraca keuangan) ,dan yang terakhir cash flow(arus kas).

 INCOME STATEMENT

Tujuan utama dari laporan laba rugi adalah untuk melaporkan penghasilan perusahaan kepada investor selama periode waktu tertentu. Tahun lalu, laporan pendapatan disebut sebagai pernyataan (atau P & L) Laba Rugi, dan sejak itu berkembang menjadi laporan keuangan paling terkenal dan banyak digunakan di Wall Street. sering kali, investor membuat keputusan berdasarkan sepenuhnya pada laba yang dilaporkan dari laporan laba rugi tanpa berkonsultasi dengan neraca atau laporan arus kas.

Untuk investor serius, pendapatan analisis laporan mengungkapkan lebih dari laba perusahaan. Ini memberikan wawasan penting seberapa efektif manajemen pengendalian biaya, jumlah pendapatan bunga dan beban, dan pajak yang dibayar. Investor dapat menggunakan analisislaporan keuangan untuk menghitung rasio keuangan yang akan mengungkapkan tingkat pengembalian usaha adalah laba terhadap pendapatan pemegang saham ditahan dan aset (dengan kata lain, seberapa baik mereka menginvestasikan uang di bawah kendali mereka). 

untuk menganalisa laporan keuangan ada beberapa indikator indikator yang harus dianalisis yaitu:
  1. Total Sales
  2. Net Income

pada dasarnya indikator indikator diatas sangat mudah untuk dianalisis, yaitu dengan melihat perbandingan nilainya setiap tahunnya, apakah nilai total sales dan net income cenderung naik/turun? jawaban dari pertanyaan itu ada 2 : jika cenderung naik dan profit, lakukanlah analisa berikutnya yaitu analisa neraca keuangan, namun jika cenderung turun dan rugi, carilah perusahaan lainnya( hal ini dilakukan karena kita akan mencari dan menaruh modal pada perusahaan yang benar-benar unggul ).
BALANCE SHEET

Di dalam akutansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan  adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode keuangan yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan berikut:
  • aset = kewajiban + ekuitas
Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.
Aset biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti:
  1. Aset lancar
  2. Investasi jangka panjang
  3. Aset tetap
  4. Aset tidak terwujud
  5. Aset pajak tanggungan
  6. Aset lain
Kewajiban adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Kewajiban adalah kebalikan dari aktiva yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh kewajiban adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara. Kewajiban dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
  1. Kewajiban Lancar - kewajiban yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (biasanya satu tahun). Biasanya terdiri dari hutang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dll), pendapatan ditangguhkan, bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tahun ini, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dll.
  2. Kewajiban Jangka Panjang - kewajiban yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun. Biasanya terdiri dari hutang jangka panjang, obligasi pensiun, dll.
dalam menganalisis neraca keuangan, hal yang perlu diperhatikan ialah pertumbuhan nilai aset dari tahun ke tahun dan pertumbuhan nilai ekuitas dari tahun ke tahun. dan apabila nilai keduanya cenderung naik lakukanlah analisis fundamental yang selanjutnya.