Selasa, 06 September 2011

ASII Akuisisi 95% Saham Jalan Tol Kertosono-Mojokerto

PT Astratel Nusantara (Astratel), anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII) menandatangani dokumen pengalihan saham atas 95 persen saham-saham PT Marga Hanurata Intrinstic (MHI) dari PT Natpac Graha Arthamas (Natpac).

Dengan demikian, komposisi pemegang saham MHI setelah akuisisi tersebut menjadi 95 persen Astratel dan lima persen Natpac. Untuk akuisisi tersebut, Astratel membayar sekira Rp750 miliar kepada Natpac.

Dana tersebut berasal dari internal funding induk perusahaan, ASII. Akuisisi ini dinilai strategis, karena merupakan kelanjutan dari langkah Grup Astra dalam bidang infrastruktur, khususnya pengembangan jalan tol di Indonesia.

"Kami berupaya ikut serta dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, yakni dengan pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan Indonesia,” ujar Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Selasa (6/9/2011).

Sekadar informasi, MHI adalah perusahaan yang telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan MHI akan melaksanakan pengusahaan jalan tol ruas Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km, yang meliputi kegiatan pendanaan, perencanaan teknik, melaksanakan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol tersebut.

Biaya proyek jalan tol ini secara keseluruhan diperkirakan adalah sekira Rp3,5 triliun termasuk biaya pembebasan tanah dan konstruksi. MHI sekarang ini telah masuk dalam tahap proses pembebasan tanah dan melakukan pekerjaan konstruksi.

Dengan akuisisi MHI ini, maka Astratel telah memiliki tiga ruas tol, termasuk PT Marga Mandalasakti (MMS) yang mengoperasikan jalan tol ruas Tangerang-Merak sepanjang 72,5 km dan PT Marga Trans Nusantara (MTN) yang akan membangun dan mengoperasikan jalan tol ruas Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km bekerja sama dengan PT Jasa Marga Tbk.

Total penyertaan Astratel untuk ketiga jalan tol ini mencapai Rp3,4 triliun dengan total panjang jalan 124,15 km, di mana 72,5 km yang dikelola oleh MMS telah beroperasi. Astratel yang didirikan 12 Oktober 1992 merupakan perusahaan induk untuk Divisi Infrastruktur dalam Grup Astra.

Senin, 05 September 2011

TINS kembangkan produk turunan

PT Timah Tbk (TINS) sedang berupaya untuk meningkatkan pendapatan dengan mengembangkan produk turunan.

Perseroan mengincar kenaikan pendapatan hingga 50% dengan menargetkan penjualan produk dari tin chemical, tin solder dan tin alloy. Saat ini penjualan produk ini mendorong 10% pendapatan perseroan.

Pada perdagangan kemarin saham TINS ditutup turun Rp25 menjadi Rp2.200 dengan volume perdagangan 11.097 saham senilai Rp12,2 miliar dan sebanyak 360 kali transaksi.

BBRI dan PTBA jadi pilihan

rekomendasi selasa 6, september 2011

   Melihat banyaknya faktor yang mendorong IHSG naik kemarin, membuat banyak saham blue chip naik. Seperti BBRI, ANTM, BMRI, dll.
   Pada perdagangan kemarin BBRI di tutup naik di level 6,650 atau naik 100 point. Berdasarkan berita public, BBRI mendapatkan bonus terbesar diantara bank lainnya. Hal ini memungkinkan banyak investor yang berminat menanamkan modalnya sehingga harga saham tsb naik. Selain itu dalam analisa teknikal, BBRI menunjukkan signal BUY. Di perkirakan BBRI akan naik dalam jangka waktu kurang lebih 1 minggu.

   Sedangkan PTBA memiliki potensi yang tinggi untuk naik, karena selain harganya yang sudah rendah PTBA adalah perusahaan batu bara yang mana harga batu bara di dunia naik. Sehingga harga PTBA akan segera naik. Diperkirakan PTBA akan naik dalam jangka pendek. rekomendasi BUY.

   rekomendasi :
     1. PTBA
     2. ANTM
     3. BBRI

happy investing..

Laba PGAS turun 1,2%

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN/PGAS) di semester I 2011 menjaring pendapatan usaha sebesar Rp9.406,40 milyar dibandingkan semester I 2010 dengan pendapatan Rp9.523,04 milyar, susut sekitar 1,2 persen.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan manajemen PGN, penurunan pendapatan usaha malah dibarengi dengan kenaikan beban pokok sebesar 2,2 persen yoy menjadi Rp3.551,0 milyar.

Ini membuat posisi laba kotor tergerus 3,2 persen yoy menjadi Rp5.855,39 milyar dari Rp6.047,74 milyar. Laba operasi PGN di paruh pertama tahun ini juga berkurang dari Rp4.565,62 milyar dari sebelumnya Rp4.054,68 milyar.

Untung saja PGN mampu menjaring laba perubahan nili wajar derivatif sebesar Rp199,97 milyar dan pendapatan keuangan Rp171,38 milyar serta laba forex sehingga posisi laba periode berjalan mampu terangkat walaupun hanya naik tipsi dari Rp3.321,23 milyar menjadi Rp3.351,80 milyar.


ANTM segera naik

 Berita terkait :

Menjelang akhir bulan ramadan lalu aktivitas perdagangan emas di PT Logam Mulia, salah satu unit produksi dari PT Aneka Tambang (ANTM), tetap tinggi. Volume emas yang dapat ditransaksikan naik hingga 30 kg per hari.

Dengan kembalinya geliat aktivitas ekonomi pasca libur panjang Hari Raya Lebaran, apakah harga emas akan kembali meningkat?

Menurut Corporate Secretary ANTM, Bimo Budi Satriyo, pada pekan terakhir Agustus perdagangan emas tetap tinggi. Semakin banyak masyarakat yang mengantre di Logam Mulia (LM) untuk mengantre emas.

"Permintaan emas tetap banyak di mana pengunjung mencapai 375 orang," tuturnya kepada detikFinance di Jakarta, Senin (5/9/2011).

Atas semakin banyaknya masyarakat yang mengantre, ANTM terpaksa membatasi jumlah pembeli, hanya 200 orang. Di Agustus pun volume transaksi emas telah naik menjadi 30 kg per hari, dibandingkan periode normal 20 kg per hari.

Meski pada akhir Agustus harga emas dunia mengalami penurunan drastis, lanjut Bimo, tidak menyulutkan permintaan dari masyarakat. "Pada saat harga turun kemarin malah pengunjung jam 6 pagi sudah tiba di LM," tuturnya.

Pada perdagangan emas di Bursa Nymex, emas masih berada di level US$ 1.890 per ounce naik 0,87% dibandingkan periode sebelumnya. Namun pada pekan lalu, emas sempat mengalami koreksi tipis karena membaiknya data ekonomi AS.

Untuk diketahui, transaksi ritel pembelian logam mulia di Antam baru dibuka kembali 7 September 2011, setelah diliburkan sejak 26 Agustus 2011 lalu menjelang hari raya Idul Fitri.

Tanggapan:
Dengan banyaknya pembeli emas, laba perusahaan ANTM akan semakin meningkat. Dengan naiknya laba perusahaan maka akan semakin banyak investor yang masuk sehingga saham ANTM akan segera naik. Diperkirakan ANTM akan menuju ke level 2000 dalam jangka pendek ( 2 minggu ).
happy investing..

PTBA negosiasi 2 perusahaan tambang

PT Bukit Asam Tbk berencana mengakuisisi dua tambang baru pada tahun ini guna mendongkrak produksi batu bara dalam beberapa tahun mendatang.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad Sudarto mengungkapkan saat ini perseroan tengah melakukan uji tuntas (due dilligence) dengan empat tambang batu bara. Namun, dia masih enggan menyebutkan lebih rinci mengenai keempat tambang tersebut.

review market september 5/11

Saham PGAS teraktif diperdagangkan pada hari ini dengan transaksi mencapai 7.652 kali senilai Rp467,9 miliar dengan volume 164,5 juta saham.

Demikian dikutip dari data BEI, Senin (5/9). IHSG ditutup menguat 24,4 poin atau 0,6% ke 3.866,17. Volume perdagangan mencapai 4,1 miliar saham senilai Rp5,9 triliun. IHSG mengalami net foreign buy Rp59,7 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp2,93 triliun dan pembelian asing mencapai Rp2,99 triliun.

Urutan kedua saham BBRI dengan transaksi sebanyak 5.127 kali senilai Rp52,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 84,8 juta saham. Urutan ketiga saham ASII dengan transaksi sebanyak 4.282 kali senilai Rp550,2 miliar dengan volume perdagangan mencapai 8,1 juta saham. Urutan keempat saham BMRI dengan transaksi sebanyak 3.988 kali senilai Rp433,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 62,5 juta saham.

Urutan kelima saham APIC dengan transaksi sebanyak 3.656 kali senilai Rp36,1 miliar dengan volume perdagangan mencapai 127,2 juta saham. Urutan keenam saham TLKM dengan transaksi sebanyak 3.321 kali senilai Rp492,1 miliar dengan volume perdagangan mencapai 65,2 juta saham. Urutan ketujuh saham ADRO dengan transaksi sebanyak 2.914 kali senilai Rp175,7 miliar dengan volume perdagangan mencapai 86,01 juta saham.

Urutan kedelapan saham BUMI dengan transaksi sebanyak 2.470 kali senilai Rp144,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 56,9 juta saham. Urutan kesembilan saham BBCA dengan transaksi sebanyak 2.332 kali senilai Rp221,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 27,1juta saham. Urutan kesepuluh saham INDF dengan transaksi sebanyak 2.264 kali senilai Rp86,37 miliar dengan volume perdagangan mencapai 14,2 juta saham.