Minggu, 12 Februari 2012

sepekan BUMI turun, ada apa ya??

Sepekan ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 8,3%. Hal ini dipengaruhi kabar adanya pergantian manajemen di Bumi Plc.
"Krisis yang terjadi dengan Rothschild, publik masih belum mengetahui kondisi di dalam seperti apa," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo ketika dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.
Seperti diketahui, Nathaniel Rothschild, pendiri Bumi Plc, berniat diganti dari posisi puncak di perusahaan. Agenda pergantian direksi tersebut diumumkan Bumi Plc di situs resminya pada akhir pekan lalu, 3 Februari 2012.
Rencana itu muncul, setelah pergantian pemilik dari Grup Bakrie ke PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN). Adapun BORN merupakan pemegang lebih dari 5% saham yang berbasis di London tersebut.

Selain itu, lanjutnya, penurunan indeks saham juga turut mempengaruhi pergerakan saham BUMI. Apalagi, dari sisi teknikal saham BUMI berpotensi melemah. “Kalau tembus level support 2.350 maka bisa melemah ke level 2.200,” katanya.
Namun, Satrio melihat, ada sentimen negatif yang tidak terlalu diperhatikan oleh investor sehingga pelemahan saham BUMI tidak terlalu dalam. Sentimen negatif tersebut mengenai penyelesaian utang.
Bagaimanapun, ada faktor positif yang muncul pada pertengahan pekan ini. BUMI berhasil mendapatkan pinjaman senilai US$600 juta dari China Development Bank Corporation, dengan Bank of China Limited cabang Jakarta bertindak sebagai agen fasilitas (facility agent).
Pinjaman bertenor 4 tahun dengan bunga LIBOR+6.7% tersebut, telah ditandatangani pada 6 Februari 2012.
Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membayar (refinancing) pinjaman jangka pendek dari Bank of America Merrill Lynch, Barclays, dan JP Morgan yang sebelumnya digunakan untuk refinancing tranche I kepada China Investment Corporation (CIC) sebesar US$600 juta.
Selanjutnya, perseroan akan mempercepat pembayaran tranche II sebesar US$600 juta pada 4Q12 dan tranche III US$700 juta pada 2013.
Saham BUMI melemah Rp75 pada hari pertama perdagangan Senin (6/2) sehingga ditutup di level Rp525 per lembarnya. Koreksi terus berlanjut pada keesokan harinya dengan turun Rp50 ke level Rp475. Posisi ini bertahan hingga tiga hari berturut-turut. Sebelum akhirnya kembali melemah dan mengakhiri pekan ini di level Rp2.400. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar