Sepekan ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 8,3%. Hal ini dipengaruhi kabar adanya pergantian manajemen di Bumi Plc.
"Krisis
yang terjadi dengan Rothschild, publik masih belum mengetahui kondisi
di dalam seperti apa," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Securities
Satrio Utomo ketika dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.
Seperti
diketahui, Nathaniel Rothschild, pendiri Bumi Plc, berniat diganti dari
posisi puncak di perusahaan. Agenda pergantian direksi tersebut
diumumkan Bumi Plc di situs resminya pada akhir pekan lalu, 3 Februari
2012.
Rencana itu muncul, setelah pergantian pemilik dari Grup
Bakrie ke PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN). Adapun BORN
merupakan pemegang lebih dari 5% saham yang berbasis di London tersebut.
Selain
itu, lanjutnya, penurunan indeks saham juga turut mempengaruhi
pergerakan saham BUMI. Apalagi, dari sisi teknikal saham BUMI berpotensi
melemah. “Kalau tembus level support 2.350 maka bisa melemah ke level
2.200,” katanya.
Namun, Satrio melihat, ada sentimen negatif yang
tidak terlalu diperhatikan oleh investor sehingga pelemahan saham BUMI
tidak terlalu dalam. Sentimen negatif tersebut mengenai penyelesaian
utang.
Bagaimanapun, ada faktor positif yang muncul pada
pertengahan pekan ini. BUMI berhasil mendapatkan pinjaman senilai US$600
juta dari China Development Bank Corporation, dengan Bank of China
Limited cabang Jakarta bertindak sebagai agen fasilitas (facility
agent).
Pinjaman bertenor 4 tahun dengan bunga LIBOR+6.7% tersebut, telah ditandatangani pada 6 Februari 2012.
Pinjaman
tersebut akan digunakan untuk membayar (refinancing) pinjaman jangka
pendek dari Bank of America Merrill Lynch, Barclays, dan JP Morgan yang
sebelumnya digunakan untuk refinancing tranche I kepada China Investment
Corporation (CIC) sebesar US$600 juta.
Selanjutnya, perseroan
akan mempercepat pembayaran tranche II sebesar US$600 juta pada 4Q12 dan
tranche III US$700 juta pada 2013.
Saham BUMI melemah Rp75 pada
hari pertama perdagangan Senin (6/2) sehingga ditutup di level Rp525 per
lembarnya. Koreksi terus berlanjut pada keesokan harinya dengan turun
Rp50 ke level Rp475. Posisi ini bertahan hingga tiga hari
berturut-turut. Sebelum akhirnya kembali melemah dan mengakhiri pekan
ini di level Rp2.400. [ast]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar