Senin, 28 Februari 2011

rekomendasi lanjutan BUMI

Minyak Asia Kembali Melambung di Atas US$100 
Harga minyak mentah naik di perdagangan Asia Senin (28/2) dengan futures di New York kembali mencapai US$100 per barel setelah kerusuhan di Timur Tengah yang kaya minyak menjadi lebih luas. 

AFP melaporkan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April naik US$1,28 menjadi US$113,42 per barel, sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April, naik US$1,66 ke US$99,54 per barel. Kontrak New York untuk minyak West Texas Intermediate telah mencapai US$103,41 pada hari Kamis, level terakhir yang terlihat pada September 2008, dan Brent mendekati US$120 sebelum Arab Saudi meyakinkan pasar untuk siap meningkatkan pasokan. "Kerusuhan di Timur Tengah dan kekhawatiran bahwa situasi akan memburuk masih mendukung harga minyak meskipun berita bahwa Arab Saudi akan meningkatkan produksi," kata Ong Yi Ling, seorang analis investasi dari Phillip Futures di Singapura.

Gejolak anti-pemerintah membuat gaduh di Libya dan telah menyebar ke ke daerah Timut Tengah lainnya seperti Oman, Teluk eksportir minyak lainnya selama akhir pekan, di mana polisi menembak mati dua pengunjuk rasa.

Mayoritas produsen minyak mentah Iran pada hari Minggu mendesak OPEC, terutama Arab Saudi, untuk menahan diri dari setiap peningkatan produksi minyak sepihak dan mengatakan produksi minyak mentah saat ini cukup untuk memenuhi kekurangan yang timbul dari kerusuhan di Libya. "Tidak perlu bagi anggota OPEC terburu-buru dan mengambil keputusan sepihak untuk meningkatkan produksi," ujar Masoud Mirkazemi, Menteri Perminyakan Arab Saudi saat diminta komentarnya mengenai penawaran Riyadh untuk mengkompensasi kekurangan produksi yang terjadi.

Mirkazemi, Presiden Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan sejauh ini OPEC belum memutuskan untuk mengadakan sidang luar biasa untuk membahas peningkatan produksi. Arab Saudi, produsen minyak terbesar OPEC, memompa sekitar 8,4 juta barel minyak per hari dan Iran adalah kartel eksportir terbesar kedua.

Dengan adanya berita tersebut, semakin banyak para konsumen yang menghindar dari pemakaian minyak. Sehingga para konsumen semakin membutuhkan subtitusi minyak yaitu batu bara yang harganya relatif stabil. Dengan demikian saham BUMI pada perdagangan besok masih bisa melakukan penguatan.


 - price prediction BUMI
'' BUMI diperkirakan mampu mencapai level 3,075-3,125 pada minggu ini ( waktu dekat )".


 - exit plan
support point : 2,800-2,700


 - note
" selalu perhatikan volume transaksi ".

rekomendasi selasa 01-03-2011

INKP 

 - analisa fundamental
  > berita terkait INKP : 
1. Investor Masuk, INKP Bepeluang Menuju Rp2.000 
Kabar masuknya perusahaan kayu dan kertas asal Australia dan Singapura ke PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berpotensi mengangkat saham ini menuju Rp2.000.
Selain itu, INKP juga dikabarkan berencana membagi dividen. Berita ini juga ikut mendorong penguatan harga saham INKP ini.

2. Indah Kiat akan Bagi Dividen 
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) rencananya akan membagikan dividen setelah laporan keuangan tahunan di 2010 cukup positif.
Harga saham INKP dikabarkan akan menuju level Rp1.850-2.000. Bagi pecinta saham lapis kedua tentu sangat positif untuk berburu saham ini.


 - analisa technical

Pada 2 indikator, MACD dan stochastic fast menunjukkan signal beli dan tanda mengalami kenaikan. Karena garis MACD sudah memotong garis signal keatas sedangkan garis stochastic fast sudah melebihi point 80. Hal ini merupakan signal beli yang tepat. Selain itu signal pada indicator bolinger bands juga menunjukkan signal beli.
Meskipun chart pada saham INKP ini cenderung downtrend, akan tetapi saham ini pada saat ini mencapai titik yang rendah, dan pernah mencapai level 2,375. Hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk menginvestasikan dana saham.

 - perkiraan harga
'' Pada perdagangan besok, INKP diperkirakan mampu mencapai level 1,560-1,580. rekomendasi : buy ''.

 - exit plan
support point : 1,490-1,470

 - note
'' Perhatikan jumlah foreign yang masuk dan jumlah volumenya ''.

Sabtu, 26 Februari 2011

saham pilihan senin 28 februari 2011

BUMI

- technical analysis
Secara technical, BUMI memiliki chart yang memiliki up trend. Pada perdagangan kemarin jumat,25-02-2011 saham BUMI di tutup pada level 2,925 atau menguat 150 point. Selain itu jumlah permintaannya juga diperkuat, hal itu menunjukkan banyak peminat/pembeli saham BUMI.
Pada 2 indikator, MACD dan stochastic fast menunjukkan signal beli dan tanda mengalami kenaikan. Karena garis MACD sudah memotong garis signal keatas sedangkan garis stochastic fast sudah melebihi point 80. Hal ini merupakan signal beli yang tepat.
- fundamental analysis
  > berita terkait BUMI resources :

 1. BUMI: 28 Februari, Vallar Resmi Kuasai 25% Saham BUMI
Vallar Plc bakal merampungkan transaksi dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada 28 Februari besok. Selanjutnya, transaksi untuk mendapatkan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) bakal segera Vallar realisasikan.

Transaksi dengan BUMI diperkirakan akan selesai pada 28 February 2011. Vallar akan mulai mengontrol Berau pada saat yang sama. Sementara pemegang saham Berau, PT Bukit Mutiara, baru akan menuntaskan transaksinya pada 8 April 2011 setelah periode BCE lock up habis.

 2. BUMI: Rotschild Tuntaskan Akuisisi BUMI dan Berau Akhir Februari
Salah satu perusahaan milik keluarga Rotschild yaitu Vallar Plc menargetkan penyelesaian transaksi
akuisisi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Vallar Plc, pada 24 Februari 2011 waktu London menyampaikan informasi kepada pemegang
sahamnya, terkait pencatatan saham perseroan pada papan utama London Stock Exchange,
terkait akusisi saham BUMI dan BRAU.

3. Harga minyak mentah dunia terus naik
Harga minyak mentah di pasar Asia, Rabu (23/2/2011), terus merangkak naik seiring ketegangan di Libya yang merupkan salah satu negara pengekspor utama minyak dunia.
Kontrak utama New York minyak mentah jenis light sweet pengiriman April naik 4 sen ke posisi 95,46 dollar AS per barrel. Adapun minyak mentah jenis Brent North Sea pengiriman April naik 22 sen menjadi 106 dollar AS.
"Aksi berkelanjutan  (di Timur Tengah) bisa menyuntikkan ketidakpastian yang besar pada pasar minyak dalam jangka menengah," ungkap Chen Xin Yi, analis komoditas Barclays Capital yang berkantor di Singapura.
Pada analis menyatakan, ketegangan di negara-negara kunci penghasil minyak di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah, seperti Libya, Bahrain, Yaman, dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah global.
Libya yang merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di Afrika dan penghasil minyak terbesar keempat dunia. Negara ini merupakan anggota organisasi pengekspor minyak (OPEC), yang menghasilkan 40 persen cadangan minyak dunia.
"Dengan naiknya harga minyak tersebut, pasti para konsumen minyak akan mencari subtitusi minyak yaitu batu bara, dimana BUMI resources merupakan perusahan batu bara. Hal ini akan mendorong investor memburu saham BUMI".

- price prediction
'' Pada pembukaan besok saham BUMI diperkirakan menguat sampai level 2,975-3,025, rekomendasi: buy and sell higher ''.

- exit plan
support point : 2,750-2,675

- note
'' perhatikan volume perdagangan dan jumlah foreign yang masuk, biasanya harga berbanding lurus dengan jumlah foreign yang masuk ''.

5 saham pilihan (stock picks)

1. KIJA
PT Bekasi Power, anak usaha PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)  menandatangani perjanjian kerjasama jual beli listrik dengan PT PLN hari ini.   Menurut Investor Relations Manager KIJA, Tim Beekelaar, seperti dikutip IB News, PLN akan membeli  100% listrik yang dihasilkan oleh pembangkit  listrik Bekasi Power berkapasitas 130 MW selama 20 tahun ke depan.   Dengan ditandatanganinya kerja sama ini, KIJA menargetkan pembangkit  listrik akan dapat beroperasi pada triwulan IV-2011.  KIJA menargetkan  kontribusi pendapatan sebesar US$85 juta per tahun dari pembangkit listrik  tersebut.
 
2. ASII: 2010, Cetak Rekor Laba Rp 14 Triliun
PT Astra International Tbk (ASII) berhasil mencetak laba bersih Rp 14,3  triliun, naik 43% dibandingkan 2009 yang sebesar Rp 10,04 triliun. Demikian  disampaikan oleh Presdir Astra Internasional Prijono Sugiarto dalam siaran  pers, Kamis (24/2/2011). "Bisnis Grup Astra menunjukkan kinerja yang  sangat memuaskan pada tahun 2010, membuat Astra mencatatkan rekor  laba dan aktiva bersih per lembar saham yang tertinggi selama ini.  Diperkirakan iklim bisnis 2011 akan tetap menggembirakan dengan tingkat  pertumbuhan laba diharapkan tetap prospektif," tutur Prijono. Kenaikan  laba bersih perseroan di 2010 ditopang oleh pendapatan bersih yang  mencapai Rp 130 triliun atau naik 32% dibanding 2009 yang sebesar Rp  98,526 triliun. Sementara laba usaha naik 15% menjadi 14,7 triliun di 2010.
 
3. AALI: 2010, Raup Laba Bersih Rp2,01 Triliun
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan laba bersih naik 21,44% dari  Rp1,66 triliun pada 2009 menjadi Rp2,01 triliun pada 2010.  Demikian seperti  dikutip INILAH.COM dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia  (BEI), Kamis (24/2). Kenaikan laba bersih diikuti kenaikan pendapatan  sebesar 19,11% dari Rp7,42 triliun pada 2009 menjadi Rp8,43 triliun pada  2010. Laba kotor perseroan naik 16,36% dari Rp3,10 triliun pada 2009  menjadi Rp3,60 triliun pada 2010. Selain itu, laba usaha naik 14,88% dari  Rp2,61 triliun pada 2009 menjadi Rp2,99 triliun pada 2010. Laba bersih per  saham dasar pun naik menjadi  Rp1.280,70 pada 2010 dari periode sama  sebelumnya sebesar Rp1.054.55. Jumlah kewajiban dan ekuitas naik 16,11%  dari Rp7,57 triliun pada 2009 menjadi Rp8,79 triliun pada 2010. Kas dan  setara kas perseroan naik 57,34% dari Rp788,54 miliar pada 2009 menjadi  Rp1,24 triliun pada 2010. 
 
4.BDMN: Laba Danamon Rp2,88 Triliun
PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 2010 membukukan laba bersih  setelah pajak sebesar  Rp2,88 triliun, naik 88% jika dibandingkan dengan  periode yang sama tahun sebelumnya Rpl,532 triliun  yang ditopang  pendapatan nonbunga selain dari mass market.  Menurut Dirut Bank  Danamon Henry Ho, kenaikan laba ditopang oleh ekspansi kredit yang  tumbuh 31 %  jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun  sebelumnya menjadi Rp82,66 triliun. Kredit bagi nasabah pada segmen  usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar  24% menjadi Rp26,56 triliun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.  Nilai kredit itu mewakili 32% dari total kredit perseroan. 
 
5. BLTA: Anak Usaha Bakal IPO Maret Senilai US$140 Juta
Salah satu anak usaha PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) yaitu PT Buana  Listya Tama siap menawarkan saham perdana ke publik (IPO/Initial Public  Offering) di Maret 2011. Dana yang  dapat diincar dari IPO ini mencapai  US$ 140 juta. Menurut Direktur Keuangan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA)  Kevin Wong, hasil IPO anak usaha akan digunakan untuk pengembangan  usaha. Khususnya dalam sektor transportasi energi. Perseroan telah  mempercayakan PT Danatama Makmur serta beberapa underwriter asing  sebagai penjamin emisi efek penawaran umum saham perdana Buana Listya  Tama. Pencatatan saham perdana diperkirakan berlangsung pada Maret 2011.
 

Jumat, 25 Februari 2011

MOVING AVERAGE CONVERGENCE-DIVERGENCE (MACD)



MOVING AVERAGE CONVERGENCE-DIVERGENCE (MACD)
      Dikembangkan oleh Gerald Appel pada akhir tahun tujuh puluhan, Moving Average Convergence-Divergence (MACD) adalah salah satu indikator momentum paling sederhana dan paling efektif yang tersedia. MACD ternyata dua indikator tren-berikut ini, bergerak rata-rata, menjadi osilator momentum dengan mengurangi moving average yang lebih panjang dari rata-rata bergerak lebih pendek. Akibatnya, MACD menawarkan yang terbaik dari dua dunia: mengikuti trend dan momentum. MACD berfluktuasi di atas dan di bawah garis nol sebagai bertemu rata-rata bergerak, salib dan menyimpang. Pedagang dapat mencari crossover garis sinyal, centerline crossover dan perbedaan untuk menghasilkan sinyal. Karena MACD tak terbatas, itu tidak terlalu berguna untuk mengidentifikasi tingkat overbought dan oversold.

Interpretasi
            Seperti namanya, MACD adalah semua tentang konvergensi dan divergensi dari dua rata-rata bergerak. Konvergensi terjadi ketika rata-rata bergerak bergerak menuju satu sama lain. Divergence terjadi ketika rata-rata bergerak pindah dari satu sama lain. Moving average yang lebih pendek (12-hari) lebih cepat dan bertanggung jawab untuk gerakan MACD kebanyakan. Moving average yang lebih panjang (26 hari) lebih lambat dan kurang reaktif terhadap perubahan harga di keamanan yang mendasarinya.
            MACD berosilasi di atas dan di bawah, garis nol yang juga dikenal sebagai centerline. Pindah silang ini sinyal bahwa EMA 12-hari telah menyeberangi EMA 26-hari. Arah, tentu saja, tergantung pada arah silang moving average. MACD positif menunjukkan bahwa EMA 12 hari berada di atas EMA 26-hari. Meningkatkan nilai-nilai positif sebagai EMA lebih pendek menyimpang jauh dari EMA lebih lama. Ini berarti momentum terbalik meningkat. MACD negatif menunjukkan bahwa EMA 12 hari berada di bawah EMA 26-hari. Nilai negatif meningkat lebih pendek EMA menyimpang jauh di bawah EMA lagi. Hal ini berarti downside momentum meningkat.
                Dalam contoh di atas, daerah kuning menunjukkan MACD di wilayah negatif sebagai perdagangan EMA 12-hari di bawah EMA 26-hari. Salib awal terjadi pada akhir September (panah hitam) dan MACD bergerak lebih jauh ke wilayah negatif sebagai EMA 12-hari menyimpang jauh dari EMA 26-hari. Area jeruk menyoroti periode MACD positif, yang adalah ketika EMA 12 hari berada di atas EMA 26-hari. Perhatikan bahwa EMA 12-hari masih berada di bawah 1 selama periode ini (garis titik-titik merah). Ini berarti jarak antara 12-hari EMA dan EMA 26-hari kurang dari 1 titik, yang bukan merupakan perbedaan besar.

Kesimpulan
            Dalam memakai MACD ini sebagai indakator, jika garis dibawah 0 sudah mulai memotong sinyal, waktu yang tepat untuk membeli, dan apabila garis sudah melewati titik 0 dan mulai memotong turun sinyal, waktu yang tepat untuk menjual saham anda. Hal ini akan lebih besar peluangnya jika saham yang anda miliki sudah memenuhi fundamental pada analisa sebelumnya.

Saham PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) berpeluang menuju level Rp1.000 dalam waktu dekat dan menengah.

Saham PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) bakal ditarik hingga Rp 750-1000 untuk jangka pendek maupun menengah. Ini menyusul rencana perseroan melakukan aksi korporasi pada semester I-2010 yang masih dirahasiakan. Selain itu laporan keuangan tahun buku 2010 diprediksi cukup positif, sehingga bisa mendongkrak harga saham. Pada perdagangan kemarin, JPRS turun Rp 10 (-1,92%) menjadi Rp 510.

ELSA berpeluang menuju level 500 dalam waktu dekat

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) akan dibawa menembus level Rp 500 dalam waktu dekat terkait kabar perusahaan minyak asal Australia, Woodside Petroleum, yang berminat terhadap kepemilikan saham perseroan milik induk usahanya, PT Pertamina. Selain itu, penerbitan fixed rate notes (FRN) berjangka 5 tahun senilai US$50 juta untuk belanja modal (capex) turut memicu penguatan saham. ELSA pada perdagangan kemarin jumat, 25-02-2001 ditutup stagnan di level Rp 300.

27 emiten raup laba 40 triliun

Sebanyak 27 emiten LQ45 yang telah merilis laporan keuangan hingga akhir Juli 2010 membukukan laba bersih Rp 40,37 triliun, naik 26% dibanding perolehan semester I-2009 sebesar Rp 32,07 triliun.
Emiten sektor perbankan memberi kontribusi terbesar, yaitu Rp 14.65 triliun atau setara 36.13%. Posisi berikutnya diduduki emiten sektor industri barang konsumsi yang menyumbang sebesar Rp 10,56 triliun atau 26,14%. Adapun emiten sektor infrastruktur mendatangkan laba bersih Rp 6,65 triliun yang setara 16,46% dan emiten perdagangan menyumbang Rp 2,19 triliun atau 5,42%.
Sementara itu, emiten pertambangan baru memberi kontribusi sebesar Rp 2,08 triliun atau 5,15% dari laba bersih. Selama ini, 12 emiten pertambangan merupakan kontributor terbesar laba bersih LQ45. Hingga 31 Juli 2010, tujuh emiten tambang belummemublikasikan laporankeuangan, antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMD.
Berdasarkan kinerja keuangan perseroan. PT Astra International Indonesia Tbk (ASU) menduduki peringkat pertama emiten yang membukukan nominal laba bersih terbesar, yaitu Rp 6,44 triliun. Laba perusahaan otomotif terbesar di Tanah Air itu melonjak 52%dibandingkan periode sama 2009 sebesar Rp 4,24 triliun.
Kenaikan laba bersih Astra hingga 30 Juni 2010 tersebut ditopang oleh peningkatan laba usaha. Astra berhasil mencetak laba usaha se nilai Rp" 6,67 triliun atau naik 13.3% dibandingkan periode sama 2009 sebesar Rp 5,89 triliun.
Astra berhasil memaksa PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (TLKM) duduk di peringkat kedua dengan raihanlaba bersih Rp 6 triliun. Kinerja keuangan Telkom turun tipis 0,66% dari realisasi semester I-2009 sebesar Rp 6.04 triliun.
Kinerja keuangan cukup mencengangkan justru ditampilkan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Emiten sektor aneka industri tersebut meraih kenaikan persentase laba bersih tertinggi, yaitu 11 ribuan persen. Pada semester 1-2010. Delta Dunia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 206.18 miliar, dari periode sebelumnya yang rugi bersih Rp 1,76 miliar.
Padahal, Bursa Efek Indonesia (BEO baru menetapkan Delta Dunia masuk dalam perhitungan indeks LQ45 periode Agustus 2010-Januari 2011 tx-rsama luna emiten lainnya pada 30 Juli 2010. Kelima emiten tersebut adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). T Global Mediacom Tbk (BMTR). PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPD, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Keenam emiten baru anggota LQ45 tersebut menggusur enam emiten lama yang performanya dinilai BEI kurang berkilau. Kecuali itu, aktivitas perdagangan saham enam emiten tersebut juga dinilai kurang prima.
Enam emiten yang terpaksa harus menyingkir dari indeks LQ45 peridoe Agustus 2010-Januari 2011 itu adalah PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA), PT Mitra International Resources Tbk (MIRA),PTBisi International Tbk (BISI), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), serta PT Indah Kiat Pulp and Paper (INKP).
Sementara itu, sejumlah perusahaan yang terafiliasi Grup Bakrie yang beada dalam dalam LQ45- minus Bakrieland-hingga akhir Juli 2010 belum memublikasikan laporan keuangan. Emiten yang belum merilis kinerjanya finansialnya ke publik tersebut adalah Bumi Resources, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), Darma Henwa, dan PT Bakrie Brothers Tbk (BBNR).
Mengesankan
Kalangan analis menilai kinerja mayoritas emiten LQ45 pada semester 1-2010 sangat mengesankan. Sektor perbankan dan pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar positifnya kinerja emiten pada separuh pertama tahun ini. Kedua sektor ini masih akan membuat saham LQ45 semakin likuid, apalagi indeks harga saham gabungan (IHSG) terus meroket di atas 3.000 sejak pekan lalu.
Di sisi lain, masuknya enam emiten baru menggantikan enam emiten lama dalam jajaran indeks LQ45 memberi nilai positif. Pasalnya, keenam emiten baru tersebut diperdagangkan secara aktif dan mayoritas kinerja keuangannya dinilai cukup menjanjikan.
Demikian pandangan analis Info-vesta Utama Praska Putrantyo, analis Waterfront Securities Isfhan Helmy Arsad, dan analis Panin Securities KaMn lie kepada Investor Daily secara terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu.
Praska menilai, emiten LQ45 akan menopang pergerakan IHSG pada semester 11-2010. Pada perdagangan Jumat (30/7), indeks ditutup melemah 27,54 poin (0,89%) ke level 3069,28. Sementara itu, indeks LQ45 melemah 6.911 poin (1.16*) ke level 589,92 setelah terus menerus menciptakan rekor tertingginya sejak awal pekan.
Menurut dia, rontoknya saham ASH memberi kontribusi besar bagi luruhnya IHSG. Sebelumnya, rekor tertinggi IHSG dipegang pada perdagangan Kamis (29/7), saat
IHSG sempat menembus rekor tertinggi intraday level 3097,19 sebelum akhirnya ditutup pada level 3096,82.
Kepala Riset PT Recapital Securities Pardomuan Sihombing menilai, harga saham Astra berpotensi menguat ke Rp 55.000 hingga akhir 2010. Pasalnya, kondisi perekonomian dalam negeri tahun ini diperkirakan terus membaik.
Menurut Pardomuan, kinerja Astra International pada paruh pertama tahun ini bagus karena peningkatan penjualan mobil sebagai bisnis inti perseroan. Selain itu, mon-cernya kinerja Astra dipicu daya beli masyarakat yang tinggi, karena tingkat suku bunga rendah. "Kondisi tersebut mendorong perusahaan multifinance agresif meningkatkan pembiayaan kendaraan bermotor," kata dia.
Isfhan Helmy Arsad menilai, pada semester II kinerja LQ45 akan banyak ditopang sektor perbankan. Bank pelat merah masih akan memberi kontribusi besar terhadap laba bersih indeks LQ45. Hal ini dibuktikan pada semester 1-2010 saat BRI mencatatkan laba bersih Rp 4,32 triliun. -l-juga bakal memberi kontribusi besar bagi BUMN, apalagi di LQ45 ada Antam, Timah, dan Semen Gresik yang belum memublikasikan laporan keuangan," ujar dia.
Kalvin mencermati tujuh emiten kelompok usaha Bakrie yang mayoritas belum memublikasikan laporan keuangan. Kendati begitu, dia yakin, enam perusahaan Bakrie tersebut memiliki kinerja keuangan cukup bagus.
Hal itu diperlihatkan Bakrieland, salah satu anak usaha Grup Bakrie yang membukukan kinerja keuangan positif. Pada semester I-2010, Bakrieland membukukan pendapatan bersih Rp 537,5 miliar atau naik 45,74% dibanding periode yang sama 2009 sebesar Rp 368,8 miliar.
Sementara itu, laba bersih perseroan juga menggeliat dari Rp 56,9 miliar menjadi Rp 63 miliar. Laba operasi pada enam bulan pertama tahun ini meningkat 27,03% menjadi Rp 81,3 miliar dari sebelumnya Rp 64 miliar. Demikian juga total aset perseroan naik 46,34% dari Rp 8,2 triliun menjadi Rp 12 triliun.
Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah Sambudhy Thaib optimistis, target pendapatan perusahaan pada akhir 2010 sebesar Rp 1,3 triliun dapat tercapai. Pendapatan pada semester II diproyeksikan bakal lebih tinggi daripada semester I.
"Peningkatan penjualan secara kuartal menunjukkan tren positif dan berpotensi untuk berlanjut mengingat tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank berpotensi turun," ujar dia.

ASII raup laba 14,37 trilliun

PT Astra International Tbkberhasil meraup lababersih 2010 sebesar Rp14,37 triliun, naik 43,13% dibandingkan denqan tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih itu didorong kuatnya permintaan konsumen dan pembiayaan dengan suku bunga yang menarik.
Menurut laporan yang dikeluarkan emiten dengan kode saham ASH kemarin, pembentukan laba bersih sebesar itu dan laba bersih per saham yang terdongkrak menjadi Rp3.S49 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2.480, setelah membukukan pendapatan senilai Rpl29,99 triliun hingga akhir 2010, tumbuh 31,93% dibandingkan dengan 2009 senilai Rp98,S3 triliun.
Selain itu, pendapatan dari pos lain-lain tercatat Rp 1,42 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan 2009 sebesar Rp913 miliar.
Perseroan juga mencatat penurunan beban bunga dari Rp485 miliar pada 2009, menjadi Rp484 miliar pada penghujung 2010.
"Bisnis Grup Astra menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan pada tahun 2010,membuat Astra mencatatkan rekor laba dan aktiva bersih per lembar saham yang tertinggi selama ini. Kami memprediksikan iklim bisnis 2011 tetap menggembirakan dengan tingkat pertumbuhan laba diharapkan tetap prospektif," ujar Presdir Astra International Prijono Sugiarto kemarin.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2010 mencapai 6,1 %, yang mendorong kuatnya permintaan konsumen.
Selain itu, lanjutnya, masuknya investasi asing dan ketersediaan pembiayaan konsumen dengan tingkat suku bunga yang menarikikut mendongkrak kelompok usaha tersebut.
Kontribusi terbesar
Bila dilihat dari kontribusinya, sektor otomotif memberikan sumbangan laba bersih mencapai Rp7,l triliun, atau hampir 50% dari seluruh pendapatan yang dibukukan perseroan sepanjang tahun lalu.
Membuntuti divisi otomotif yakni jasa pembiayaan yang menyumbang Rp2,9 triliun atau 20,18%, lalu divisi alat berat dan pertambangan dengan sumbangan pendapatan Rp2,3 triliun, dan divisi agribisnis Rpl,6 trili-un.
Sikap optimisme juga diungkapkan Direktur PT Astra Otoparts Tbk Robby Sani. Dia optimistis pendapatan perusahaan itu tahun ini bisa mencapai di atas pencapaian 2010 sebesar Rp6,25 triliun.
Keyakinan itu, lanjutnya, sejalan dengan rencana operasional pabrik baru yang akan memproduksi kompresor pendingin udara mulai Juni 2011 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 1 juta unit.
Anak usaha Astra Grup ini memiliki saham 25,7% dari pabrik baru yang diberi nama TD Au-tomotive Compressor Indonesia (TAG).
Berkaitan dengan pencapaian Astra, menurut Vice President PT Erdikha Elite Sekuritas M. Reza, kinerja kelompok usaha itu telah memenuhi ekspektasi pelaku pasar, mengingat seluruh Uni industrinya menunjukkan kinerja yang cukup bagus dan memberi kontribusi positif sepanjang tahun lalu.
"Kinerja Astra International tentunya Mine dengan anak usahanya. Sepanjang tahun lalu, kinerja anak usahanya cukup bagus. Pasar tentunya akan merespons positif, indeks akan bergerak naik," ujarnya kepada Bisnis.
Hanya sesaat sebelum pengumuman kinerja Grup Astra kemarin, indeks masih ditutup melemah 0,79% ke level 3.433,97.
Kondisi terus melemahnya indeks juga terkena terhadap emiten ASH itu. Dalam penutupan perdagangan kemarin, saham emiten itu turun 500 poin menjadi Rp51.400.
Reza memprediksi valuasi harga saham Astra International pada tahun ini bisa mencapai Rp63.000 dengan price to earning (PE) di kisaran 13-15 kali serta asumsi rata-rata harga saham domestik di kisaran Rp3.400.
"Sekarang ini harga saham di pasar kita kategori termasuk cukup murah," tutur M. Rera.

Sabtu, 19 Februari 2011

rekomendasi saham unggulan periode 20-25 februari 2011

berikut adalah rekomendasi saham saham unggulan periode 20-25 februari:

1. BUMI

analisa saham BUMI :
 - analisa fundamental
 > Dari segi fundamental BUMI merupakan saham blue chips. Dan memiliki balance sheet dan income statement yang cenderung meningkat.

 > BUMI merupakan perusahaan yang bergerak disector mining energy, sementara itu februari-juni adalah musim dingin sehingga banyak diperlukan energi.
 - analisa technikal
sumber: yahoo finance
    > Jika dilihat dari grafik MACD, garis MACD sudah memotong garis signal dan berada di bawah 0 dan jika dilihat dari stochfastnya, garisnya sudah mencapai puncak. Hal ini merupakan signal untuk membeli.

   > memiliki chart up trend.
 
 - perkiraan harga saham
    > jika pada pembukaan awal besok mampu mencapai 2,875 maka harga saham dapat mencapai level 3,000.

 - exit plan
   > jika harga sudah menyentuh titik support ( 2,675 ) itu menunjukkan bahwa kekuatan pasar untuk membeli kalah dengan kekuatan pasar untuk menjual. Sehingga saham akan turun.

2. ASII

analisa saham ASII :
 - analisa fundamental
  > sama seperti BUMI, ASII termasuk saham blue chips karena memiliki income statement dan balance sheet yang meningkat.

 - analisa tehcnical
sumber: yahoo finace

  > Jika dilihat dari grafik MACD, garis MACD sudah memotong garis signal dan berada di bawah 0 dan jika dilihat dari stochfastnya, garisnya sudah mencapai puncak. Hal ini merupakan signal untuk membeli.  

 - perkiraan harga saham
  > Jika diawal pembukaan mampu menyentuh 53,500 maka harga saham dapat menyentuh level 55,000.

 - exit plan
  > Jika sudah menyentuh titik support ( 49,900 ) 


3. KLBF


analisa saham KLBF :
 - analisa fundamental
  > blue chips karena memiliki income statement yang cenderung meningkat tiap tahunnya.
  > memiliki balance sheet yang meningkat tiap tahunnya.
  > apalagi adanya isu tentang akan naiknya harga obat.


 - analisa tehcnikal 


   > Jika dilihat dari grafik MACD, garis MACD sudah memotong garis signal dan berada di bawah 0 dan jika dilihat dari stochfastnya, garisnya sudah mencapai puncak. Hal ini merupakan signal untuk membeli.  

 - perkiraan harga saham
  > Jika di awal pembukaan besok mampu mencapai 2,975 maka saham dapat menyentuh level 3,075.

 - exit plan
  > Level support yang di pasang adalah 2,800.

mengenal karakter saham


Sebelum membeli saham kita harus memahami karakter karakter setiap saham. Secara garis besar karakter saham di bagi menjadi 3 : 
1.     Kapitalisasi Pasar
            Kapitalisasi pasar dihitung dari harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar dipasar. Berdasarkan kapitalisasi pasar, saham dapat dibedakan menjadi:
a.    Saham berkapitalisasi besar. Saham-saham yang berkapitalisasi besar ini sering disebut dengan saham unggulan Blue Chip atau saham papan atas. Yang masuk ke dalam kategori ini biasanya saham yang kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 40 triliun. Ciri-cirinya adalah perusahaan tersebut memiliki fundamental yang bagus. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki kinerja yang kuat, bergerak di bidang industri yang dibutuhkan orang banyak, mampu mencetak untung besar, dan rutin membagikan dividen.
  1. Saham berkapitalisasi sedang. Yang termasuk ke dalam kategori ini biasanya memiliki kapitalisasi pasar antara Rp 1 triliun-Rp 40 triliun. Biasanya saham-saham ini dikenal juga dengan sebutan Second Linier atau saham lapis kedua. Biasanya yang termasuk ke dalam kategori ini adalah saham-saham perusahaan yang fundamental perusahaannya cukup bagus, tapi masih dalam prospek berkembang.
  2. Saham berkapitalisasi kecil. Jumlah saham yang kapitalisasinya kecil di bursa cukup banyak. Saham-saham ini dikenal dengan sebutan saham Third Linier atau saham lapis ketiga. Biasanya, saham-saham di lapis ketiga ini kapitalisasinya hanya dibawah kisaran Rp 1 triliun. Selain itu, biasanya saham-saham yang kapitalisasinya kecil jarang disentuh oleh para pemegang saham. Alhasil, saham-saham seperti ini lebih sering tidur daripada bergerak.
            Untuk itu, agar medapatkan profit yang konsisten, sebaiknya kita memilih saham yang berkapitulasi besar. Karena saham yang kapitulasinya besar sulit untuk dikendalikan (digoreng) oleh para bandar saham. Sebaliknya kita harus menghindari saham yang berkaputulasi kecil, karena kapilatisasinya kecil sehingga para Bandar saham dapat dengan mudah menggoreng saham tersebut.
2.     Likuditas
            Likuiditas suatu saham akan mempengaruhi mudah tidaknya kita mendapatkan saham atau menjual saham. Berdasarkan likuiditas, karakter saham dibagi menjadi :
a.     Saham berlikuiditas tinggi. Saham yang tingkat likuiditasnya tinggi akan mempermudah investor untuk mendapatkan dan ingin menjual saham tersebut, biasanya ada pembeli yang siap menampung saham tersebut. Saham-saham yang tergolong kategori ini adalah saham-saham yang berkapitalisasi pasar besar dan fundamental yang bagus. Hanya memelurkan analisa teknikal yang tepat untuk membeli saham ini agar investor mendapat profit. Tapi, tidak semua saham yang berfundamental bagus memiliki likuiditas yang tinggi. Misalnya, saham HM Sampoerna (HMSP) dan AQUA. Kedua perusahaan tersebut memiliki fundamental yang bagus, tapi sahamnya tidak likuid.
  1. Saham musiman ( cyclical stock ). Biasanya, saham-saham seperti ini baru akan bergerak aktif, jika ada kejadian tertentu yang mempengaruhi kondisi bisnis pada saham tersebut, baik itu kejadian politik atau ekonomi. Misal : saham pada PT Matahari Putra Prima. Saham emiten yang berkode MPPA ini biasanya bergerak aktif saat musim liburan atau menjelang Hari Raya. Biasanya, pada saat seperti itu orang akan belanja besar-besaran. Sehingga, pendapatan perusahaan ini pun bisa menggelembung. Agar investor tetap untung dalam membeli saham musiman ini, para investor harus mengetahui momentum yang tepat.
  2. Saham Tidur. Saham-saham ini likuiditasnya sangat rendah dan baru bisa bergerak kalau ada suatu aksi korporasi atau suatu berita yang terkait dengan eksistensi emitennya. Bahkan, pergerakannya bisa sangat drastis dan informasi yang ada mengenai perusahaan tersebut seringkali hanya berupa rumor saja. Akibatnya, saham tidur ini biasanya sering jadi sasaran gorengan. Selain itu saham tidur ini juga memiliki kapitalisasi yang kecil, sehingga memudahkan bandar untuk menggoreng saham ini.  
3.   Volatilitas
            Volatilitas adalah besarnya jarak antara fluktuasi harga harian suatu saham. Saham dengan fluktuasi harga yang tinggi disenangi oleh para trader, namun saham ini juga bisa memicu kerugian besar kalau tidak hati-hati. Berdasarkan volatilitasnya, jenis saham dibagi menjadi :
a.     Saham dengan volatilitas tinggi. Saham ini  memiliki jarak fluktuasi harga yang lebar. Mudah naik dan mudah turun, seringkali dalam transaksi harian pergerakannya bisa mencapai 5-10% atau lebih. Saham ini cocok bagi investor yang menyukai tantangan, dalam hal ini diperlukan perhitungan dan analisa-analisa yang tepat agar tetap profit.
  1. Saham dengan volatilitas rendah. Saham ini kalau bergerak sangat lambat. Setiap kali naik sekitar 1-2% atau kurang. Jenis saham ini  cocok untuk Anda yang tidak menyukai resiko yang tinggi dan menginginkan profit yang konsisten tetapi lambat.
            Jangan terjebak pada saham yang tiba-tiba ramai sesaat. Pada saat suatu saham tidur sedang digerakkan, saham tersebut bisa sangat sering ditransaksikan, seakan-akan saham tersebut sangat likuid, harganya naik turun dengan cepat, sehingga sangat menarik bagi trader. Jangan terjebak, setelah puas digoreng, saham tersebut biasanya tidur lagi, dan akhirnya yang masuk belakangan akan gigit jari. Jika ingin menjual, anda akan dipaksa menjual di harga rendah. Jadi sebaiknya anda memantau terus, jangan terbatas pada rentang waktu tertentu.
            Volatilitas juga berbeda pada kondisi normal dan krisis. Pada saat krisis volatilitas saham cenderung lebih tinggi, bahkan dalam beberapa kasus saham bisa naik dan turun sebesar 10-20% dalam sehari. Oleh karena itu situasi krisis sebenarnya merupakan peluang bagi trader untuk mendapatkan profit berlipat-lipat. Karena alasan ini pula, banyak investor yang berpaling menjadi trader di saat krisis.
            Dengan mencermati karakter-karakter saham tersebut, kita bisa menentukan saham mana yang akan anda pilih sesuai dengan gaya investasi Anda. Dengan demikian Anda akan dapat mengurangi pilihan saham yang akan transaksikan dan fokus pada beberapa saham saja yang perlu kita cermati.