- technical analysis
Secara technical, BUMI memiliki chart yang memiliki up trend. Pada perdagangan kemarin jumat,25-02-2011 saham BUMI di tutup pada level 2,925 atau menguat 150 point. Selain itu jumlah permintaannya juga diperkuat, hal itu menunjukkan banyak peminat/pembeli saham BUMI.
Pada 2 indikator, MACD dan stochastic fast menunjukkan signal beli dan tanda mengalami kenaikan. Karena garis MACD sudah memotong garis signal keatas sedangkan garis stochastic fast sudah melebihi point 80. Hal ini merupakan signal beli yang tepat.
- fundamental analysis
> berita terkait BUMI resources :1. BUMI: 28 Februari, Vallar Resmi Kuasai 25% Saham BUMI
| Vallar Plc bakal merampungkan transaksi dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada 28 Februari besok. Selanjutnya, transaksi untuk mendapatkan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) bakal segera Vallar realisasikan. Transaksi dengan BUMI diperkirakan akan selesai pada 28 February 2011. Vallar akan mulai mengontrol Berau pada saat yang sama. Sementara pemegang saham Berau, PT Bukit Mutiara, baru akan menuntaskan transaksinya pada 8 April 2011 setelah periode BCE lock up habis. |
2. BUMI: Rotschild Tuntaskan Akuisisi BUMI dan Berau Akhir Februari
| Salah satu perusahaan milik keluarga Rotschild yaitu Vallar Plc menargetkan penyelesaian transaksi akuisisi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Vallar Plc, pada 24 Februari 2011 waktu London menyampaikan informasi kepada pemegang sahamnya, terkait pencatatan saham perseroan pada papan utama London Stock Exchange, terkait akusisi saham BUMI dan BRAU. |
3. Harga minyak mentah dunia terus naik
Harga minyak mentah di pasar Asia, Rabu (23/2/2011), terus merangkak naik seiring ketegangan di Libya yang merupkan salah satu negara pengekspor utama minyak dunia.
Kontrak utama New York minyak mentah jenis light sweet pengiriman April naik 4 sen ke posisi 95,46 dollar AS per barrel. Adapun minyak mentah jenis Brent North Sea pengiriman April naik 22 sen menjadi 106 dollar AS.
"Aksi berkelanjutan (di Timur Tengah) bisa menyuntikkan ketidakpastian yang besar pada pasar minyak dalam jangka menengah," ungkap Chen Xin Yi, analis komoditas Barclays Capital yang berkantor di Singapura.
Pada analis menyatakan, ketegangan di negara-negara kunci penghasil minyak di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah, seperti Libya, Bahrain, Yaman, dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah global.
Libya yang merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di Afrika dan penghasil minyak terbesar keempat dunia. Negara ini merupakan anggota organisasi pengekspor minyak (OPEC), yang menghasilkan 40 persen cadangan minyak dunia.
"Dengan naiknya harga minyak tersebut, pasti para konsumen minyak akan mencari subtitusi minyak yaitu batu bara, dimana BUMI resources merupakan perusahan batu bara. Hal ini akan mendorong investor memburu saham BUMI".
- price prediction
'' Pada pembukaan besok saham BUMI diperkirakan menguat sampai level 2,975-3,025, rekomendasi: buy and sell higher ''.
- exit plan
support point : 2,750-2,675
- note
'' perhatikan volume perdagangan dan jumlah foreign yang masuk, biasanya harga berbanding lurus dengan jumlah foreign yang masuk ''.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar