Harga minyak mentah naik di perdagangan Asia Senin (28/2) dengan futures di New York kembali mencapai US$100 per barel setelah kerusuhan di Timur Tengah yang kaya minyak menjadi lebih luas.
AFP melaporkan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April naik US$1,28 menjadi US$113,42 per barel, sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April, naik US$1,66 ke US$99,54 per barel. Kontrak New York untuk minyak West Texas Intermediate telah mencapai US$103,41 pada hari Kamis, level terakhir yang terlihat pada September 2008, dan Brent mendekati US$120 sebelum Arab Saudi meyakinkan pasar untuk siap meningkatkan pasokan. "Kerusuhan di Timur Tengah dan kekhawatiran bahwa situasi akan memburuk masih mendukung harga minyak meskipun berita bahwa Arab Saudi akan meningkatkan produksi," kata Ong Yi Ling, seorang analis investasi dari Phillip Futures di Singapura.
Gejolak anti-pemerintah membuat gaduh di Libya dan telah menyebar ke ke daerah Timut Tengah lainnya seperti Oman, Teluk eksportir minyak lainnya selama akhir pekan, di mana polisi menembak mati dua pengunjuk rasa.
Mayoritas produsen minyak mentah Iran pada hari Minggu mendesak OPEC, terutama Arab Saudi, untuk menahan diri dari setiap peningkatan produksi minyak sepihak dan mengatakan produksi minyak mentah saat ini cukup untuk memenuhi kekurangan yang timbul dari kerusuhan di Libya. "Tidak perlu bagi anggota OPEC terburu-buru dan mengambil keputusan sepihak untuk meningkatkan produksi," ujar Masoud Mirkazemi, Menteri Perminyakan Arab Saudi saat diminta komentarnya mengenai penawaran Riyadh untuk mengkompensasi kekurangan produksi yang terjadi.
Mirkazemi, Presiden Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan sejauh ini OPEC belum memutuskan untuk mengadakan sidang luar biasa untuk membahas peningkatan produksi. Arab Saudi, produsen minyak terbesar OPEC, memompa sekitar 8,4 juta barel minyak per hari dan Iran adalah kartel eksportir terbesar kedua.
Dengan adanya berita tersebut, semakin banyak para konsumen yang menghindar dari pemakaian minyak. Sehingga para konsumen semakin membutuhkan subtitusi minyak yaitu batu bara yang harganya relatif stabil. Dengan demikian saham BUMI pada perdagangan besok masih bisa melakukan penguatan.
- price prediction BUMI
'' BUMI diperkirakan mampu mencapai level 3,075-3,125 pada minggu ini ( waktu dekat )". - exit plan
support point : 2,800-2,700- note
" selalu perhatikan volume transaksi ".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar