Jumat, 11 Maret 2011

Jepang Gempa, Market 'Panic Selling'

Indeks saham melemah dan penguatan rupiah terhambat. Market dilanda panic selling setelah Jepang dilanda gempa terbesar sejak 1900 dan memicu Tsunami.
Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu data ekonomi China hari ini. China merilis data inflasi yang angkanya jauh di atas ekspektasi para analis 4,9% dari ekspektasi 4,8%.
Menurutnya, pasar melihat akan terjadi pengetatan moneter di China berupa kenaikan suku bunga. Karena satu kawasan, Indonesia pun diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Apalagi, hal ini sudah ditegaskan oleh BI sendiri, bahwa tren suku bunga naik ke depannya.
"Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah sempat menguat ke level 8.770 dan 8.798 sebagai level terlemahnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar