Indikator Fast Stochastic dikembangkan oleh George C Lane pada akhir tahun 50-an. Indikator ini membandingkan dua buah garis yang disebut garis %K dan garis %D untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya sebuah tren naik maupun tren turun. Pada grafik harga, garis %K biasanya muncul sebagai garis yang penuh sedangkan garis %K biasanya muncul sebagai garis yang bertitik-titik. Indikator Fast Stochastic dapat digunakan untuk periode harian, mingguan ataupun bulanan.
Asumsi yang digunakan oleh George C. Lane adalah pada saat tren sedang naik, harga penutupan biasanya cenderung untuk naik. Namun pada saat tren naik tersebut mencapai puncaknya, harga cenderung ditutup mendekati harga dasar dari suatu barisan (range) harga pada suatu periode tertentu. Hal yang sebaliknya berlaku untuk tren yang sedang turun.
FORMULA FAST STOCHASTIC
%K = 100 [(C-L )/ (H-L)]
%D = moving average 3-periode dari %K
Keterangan:
C = harga penutupan
L = harga terendah pada suatu periode yang telah ditentukan
H = harga tertinggi pada suatu periode yang telah ditentukan
PENGGUNAAAN FAST STOCHASTIC
Ada beberapa macam penggunaan indikator Fast Stochastic, yaitu sebagai berikut:
1. Titik ekstrim
Apabila garis %K mendekati 100% atau 0% maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan pergerakan harga yang cukup kuat. Beberapa analis teknikal percaya bahwa titik ekstrim ini sama dengan keadaan titik jenuh beli maupun titik jenuh jual. Namun demikian, Edwards dan Magee beranggapan bahwa hal ini tidak terjadi dalam segala situasi. Yang jelas, titik ekstrim tersebut merupakan tanda yang cukup kuat bahwa akan terjadi perubahan harga.
2. Penyimpangan (divergences)
Divergence terjadi apabila arah pergerakan harga dan arah pergerakan indikator Fast Stochastic berbeda. Apabila terdeteksi penyimpangan, maka perubahan harga diperkirakan akan segera terjadi.
3. Pembelokan (highes)
Lane menyatakan garis %K atau garis %D yang mendatar sebagai suatu pembelokan (hinge). Suatu hinge dapat menunjukkan bahwa tren naik maupun tren menurun yang sedang terjadi sudah kehabisan tenaga sehingga perubahan harga diperkirakan akan segera terjadi.
4. Sinyal beli/ jual (crossovers)
Sinyal jual muncul ketika suatu penyimpangan (divergence) terjadi dan harga telah mencapai nilai 80 atau lebih. Robert W. Colby menambahkan bahwa sinyal jual akan lebih dapat dipercaya apabila garis %D sudah bergerak turun ketika garis %K melewati di bawah garis %D. Sedangkan sinyal beli muncul ketika suatu penyimpangan (divergence) terjadi dan harga telah mencapai nilai 20 atau dibawahnya. Robert W. Colby menambahkan bahwa sinyal beli akan lebih dapat dipercaya apabila garis %D sudah bergerak naik ketika garis %K melewati di atas garis %D.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar