Rabu, 02 Maret 2011

recomendation buy

BMRI

- fundamental analysis
berita terkait BMRI :
1. BMRI: Undisbursed kredit infrastruktur mencapai Rp 8,5 triliun
Kredit yang belum cair atau undisbursed loan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tahun lalu sebesar Rp 8,5 triliun di sektor infrastruktur. Riswinandi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, mengatakan ada beberapa kendala yang membuat kredit itu belum dapat dicairkan. Diantaranya soal pembebasan tanah dan lemahnya permodalan perusahaan tersebut.

Riswinandi menambahkan, sampai saat ini belum ada komitmen kredit baru. Tetapi, bank berkode saham BMRI tersebut tetap membuka peluang jika ada tawaran ataupun kesempatan untuk mendorong pertumbuhan kredit. 


2. BMRI: Kelola Keuangan UT
PT Bank Mandiri Tbk mengelola transaksi keuangan Universitas Terbuka (UT), untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memudahkan mahasiswa memenuhi kewajiban keuangannya. Perseroan bakal mengelola pembayaran sekitar lebih dari 650 ribu mahasiswa UT di seluruh Indonesia.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi, berharap, sistem pembayaran Bank Mandiri dapat membantu operasional UT menghadapi berbagai tantangan ke depan. Melalui layanan tersebut mahasiswa UT dapat melakukan pembayaran secara online di seluruh jaringan Bank Mandiri. Misalnya ATM, internet banking, SMS banking, dan kantor cabang perseroan. 
 

3. BMRI: BSM tambah 253 outlet
PT Bank Syariah Mandiri akan menambah 253 outlet dan enam kantor cabang pada tahun ini untuk menggenjot pertumbuhan pendanaan, pembiayaan dan remitansi.

Managing Director Bank Syariah Mandiri (BSM) Sugiharto mengatakan penambahan outlet itu akan merata dilakukan pada kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. Outlet baru itu akan menambah jumlah outlet saat ini yang telah berjumlah 513 unit.

- technical analysis 
 
 Pada kali ini indikator yang saya gunakan adalah parabolic sar, bolliger bands, MACD dan stoch fast. Dari ke empat indikator itu, signal yang terbentuk adalah BUY SIGNAL.

- perkiraan harga
''pada perdagangan besok BMRI di perkirakan masih dapat menguat ke level 6,000-6,100. Hal ini dapat semakin kuat jika didukung adanya volume beli yang tinggi, baik dari investor asing maupun dalam negeri''.

- exit plan
support point : 5,600-5,450

Tidak ada komentar:

Posting Komentar