IHSG berhasil menguat tipis di tengah koreksi bursa regional. Naiknya peringkat utang RI menjadi sentimen pengangkat harga saham.
Pada perdagangan Senin (11/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 4,027 poin (0,10%) ke level 3.745,838, dengan intraday tertinggi di 3.768,01 dan terendah di 3.736,27. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 0,911 poin (0,13%) ke level 670,514.
Indeks bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. Dibuka melemah 3,02 poin (0,08%) ke 3.738, indeks sempat melesat ke level tertinggi 3.768 sebelum pada sesi pertama bertengger di angka 3.755. Setelah sempat kembali ke zona negatif, indeks pada detik-detik terakhir menjelang penutupan berhasil kembali naik ke 3.745.
Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai, IHSG awal pekan ini berhasil menguat didukung pelbagai faktor. Seperti rendahnya ekspektasi tingkat inflasi hingga bulan depan, optimisme pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang di atas enam persen, serta naiknya rating hutang Indonesia,
“Sentimen positif lain berasal dari penguatan rupiah, terindikasi dari aliran dana asing ke pasar finansial Indonesia,” katanya.
S&P menaikkan peringkat utang dan sovereign credit dalam mata uang asing jangka panjang Indonesia dari 'BB' menjadi 'BB+', dengan outlook positif. S&P juga mempertahankan peringkat utang jangka pendek Indonesia pada 'B'. “Langkah S&P menaikkan rating Indonesia memang menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG hari ini,”ujarnya.
Penguatan IHSG terjadi di tengah koreksi bursa regional dan global. Bursa AS ditutup melemah tipis akhir pekan lalu seiring lonjakan harga minyak dunia yang menembus level US$102/barel dan belum dicapainya kesepakatan mengenai APBN AS di kongres hingga bursa ditutup. Namun kongres akhirnya menyetujui pemotongan anggaran sebesar US$38 miliar di 2011.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,390 miliar lembar saham, senilai Rp 4,901 triliun dan frekuensi 118.848 kali. Sebanyak 97 saham naik, 118 saham turun, dan 110 saham stagnan.
Apresiasi IHSG didukung aksi beli asing yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp222 miliar, Rinciannya adalah nilai transaksi beli mencapai Rp1,656 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,433 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar