Selasa, 12 April 2011

ritel masih belum mau investasi di indonesia

Meski parameter ekonomi Indonesia positif, calon investor ritel masih enggan untuk berinvestasi di pasar modal.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Friederica Widyasari Dewi, Rabu (13/4). "Meski lembaga pemeringkat S&P telah menaikkan peringkat menjadi BB+, tapi masih agak sulit mengajak ritel untuk berinvestasi di pasar modal. Sedangkan investor asing menguasai 67% kepemilikan efek di pasar modal. Padahal seharusnya masyarakat Indonesia yang bisa menikmati return," ujar Friederica.

Padahal, lanjutnya, lembaga keuangan luar negeri banyak yang berminat dengan saham di Indonesia. "Mutual fund banyak beli saham di Indonesia karena luar negeri anggap Indonesia sangat positif," kata Friederica.

Sementara itu, Direktur PT Kresna Graha Securindo Oki Budiyanto mengatakan, parameter ekonomi Indonesia cukup baik didukung dari kenaikan indeks saham. Selain itu, Indonesia memiliki potensi besar di mana GDP Indonesia masuk 17 besar dari anggota G.20. "Potensi Indonesia yang belum disadarinya punya kewajiban untuk memberikan pendidikan mengenai pasar modal. Kita juga harus mengubah mindset orang Indonesia dari saving account menjadi invesment account," kata Oki.

Menurut Friederica, jumlah investor masih kecil. Jumlah investor sebesar 350 ribu yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). BEI pun telah mendapatkan 180 ribu rekening baru. "Sebetulnya 160 ribu dorman account yang ditutup, dan sekarang sudah mendapatkan 180 ribu rekening baru," kata Friederica.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar