Pengembangan gas metana batubara alias Coal Bed Metane (CBM) yang akan dikembangkan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan dapat memberikan pasokan gas.
Demikian dikutip dari hasil riset E Trading. pasokan gas untuk listrik sesuai dengan program pemerintah Pilot to Power 2011. Coal Bed Methane adalah gas yang terperangkap pada batubara sebagian besar terdiri dari gas metana, sehingga secara umum gas ini sering disebut CBM.
Berdasarkan evaluasi, kandungan CBM diperkirakan antara 0.8-2.6 triliun cubic feet (TCF), sehingga kandungan CBM di areal tersebut diperkirakan akan habis minimal dalam waktu 40 tahun. PTBA saat ini mempunyai target price Rp26.700.
Perseroan telah mengembangkan produksi gas metana batubara alias Coal Bed Metane (CBM) di Tanjung Enim sebesar 50 MMSCFD di tahun 2013. Pemilik proyek ini antara lain PT Bukit Asam Metana Enim (anak usaha PTBA) sebesar 27,5%, Dart Energy Pte Ltd 45% dan PT Pertamina Hulu Energi Metana Sumatera Tanjung Enim 27,5%.
Demikian dikutip dari hasil riset E Trading. pasokan gas untuk listrik sesuai dengan program pemerintah Pilot to Power 2011. Coal Bed Methane adalah gas yang terperangkap pada batubara sebagian besar terdiri dari gas metana, sehingga secara umum gas ini sering disebut CBM.
Berdasarkan evaluasi, kandungan CBM diperkirakan antara 0.8-2.6 triliun cubic feet (TCF), sehingga kandungan CBM di areal tersebut diperkirakan akan habis minimal dalam waktu 40 tahun. PTBA saat ini mempunyai target price Rp26.700.
Perseroan telah mengembangkan produksi gas metana batubara alias Coal Bed Metane (CBM) di Tanjung Enim sebesar 50 MMSCFD di tahun 2013. Pemilik proyek ini antara lain PT Bukit Asam Metana Enim (anak usaha PTBA) sebesar 27,5%, Dart Energy Pte Ltd 45% dan PT Pertamina Hulu Energi Metana Sumatera Tanjung Enim 27,5%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar