Dilanda Tekanan Jual, IHSG diprediksi Memerah Lagi
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan masih akan berada di jalur merah dalam perdagangan kali ini lantaran sentimen market sedang mengalami tekanan.
Selain anjloknya harga minyak, sekarang ini investor global sedang dilanda kekhawatiran akan aksi korporasi yang dilakukan di Amerika Serikat (AS), selain itu para pelaku pasar juga sedang menunggu data-data yang ada di AS baik data-data tingkat pengangguran, maupun data-data perekoniomian.
"Pada perdagangan kali ini IHSG akan berada di level support 3.675 dan resistance di 3.750," ungkap analis pasar modal Felix Sindhunata saat dihubungi okezone, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
Tidak adanya moment baru yang kuat menyebabkan IHSG masih akan terus melanjutkan pelemahannya. Tren harga minyak dunia yang semakin tinggi, menimbulkan kekhawatiran dikalangan para pelaku pasar akan kinerja emiten yang menggunakan bahan baku minyak sebagai bahan baku utamanya.
Selain itu, naiknya biaya produksi dan raw material di berbagai perusahaan Jepang, menimbulkan ekpektasi pada para pelaku pasar bahwa Jepang akan terganggu proses recovery pascagempa tsunami, dan meledaknya nuklir pada beberapa saat lalu.
Dengan harga minyak yang semakin tinggi, ke depannya dikhawatirkan akan terjadi inflasi global yang akan mengganggu proses pemulihan perekonomian di berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Eropa dan lainnya.
Seperti diketahui, IHSG, pada akhir perdagangan Selasa (12/4/2011) melemah 26,6 poin atau 0,7 persen jadi 3.719,23. LQ45 turun 5,61 poin atau 0,8 persen jadi 664,9 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,02 poin atau 1,0 persen ke 518,2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar