Rabu, 13 April 2011

IHSG ditutup naik 0,23%, tidak sulit mencapai 3.800

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan tidak akan terlalu sulit untuk menembus level 3.800 bahkan lebih. Apalagi investor asing tetap menyerbu pasar uang Indonesia.

Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto, kondisi perekonomian Indonesia cukup stabil. Dari sisi moneter pun sangat kondusif dengan keputusan BI untuk mempertahankan BI rate di 6,75%. Hal ini didasari pada perbaikan rating Indonesia menjadi BB+, trend menguatnya mata uang rupiah jangka pendek-menengah, stabilnya kondisi perekonomian Indonesia, termasuk kondisi politik dalam negeri.

"Beberapa faktor tersebut menurut saya tidak akan memicu kekhawatiran terjadinya capital outflow dari investor asing. Bahkan faktanya investor asing kian menyerbu indonesia," katanya.
Dengan demikian sentimen ini juga akan semakin mendorong IHSG melanjutkan penguatan. Kondisi ini akan menaikkan saham di sektor perbankan, infrastrukutur dan consumer serta perkebunan. "Terhadap pasar modal terutam saham sangat positif. Dan sangat memungkinkan bagi ihsg ke level 3.800 bahkan lebih tinggi dari level itu," ungkapknya.

Hari ini pun IHSG bergerak di zona positif meski pada pembukaan berada di zona negatif. Pada sesi I, indeks naik 0,23% ke level 3.727,99 yang ditopang saham sektor pertambangan. Sebanyak 107 saham mengalami kenaikan, 84 saham turun, dan 103 saham stagnan. Asing terlihat sudah mulai kembali ke pasar dengan melakukan pembelian senilai Rp93,75 miliar.

Indeks LQ45 naik 0,32% ke level 667,06, sedang JII naik 0,01% ke level 518,3. Volume perdagangan tercatat sebanyak 1,85 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,34 triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar