PT Telkom Tbk (TLKM) optimis memiliki kas yang cukup kuat untuk melakukan ekspansi kendati pemerintah mematok setoran dividen ke negara dari perusahaan telekomunikasi pelat merah ini sekitar 55%.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah seusia acara 'Penetapan 100 juta Pelanggan Telkomsel' di Jakarta, Selasa (26/4). Menurutnya, rencana setoran dividen akan dimintai persetujuan pada RUPS Mei mendatang.
"Intinya, cash flow kita cukup kuat sehingga bisa membiayai ekspansi," tutur Rinaldi.
Bahkan, lanjutnya tahun ini perseroan berencana menganggarkan belanja modal alias capex berkisar Rp15-17 triliun. Selain persetujuan rasio dividen, RUPS Telkom juga akan mengangendakan rencana pembeliam kembali (buyback) saham sekitar 2,07%.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Menteri BUMN bidang Industri Strategis, Irnanda Laksanawan menambahkan pihaknya telah menetapkan dividen pay out Telkom 55%.
"Kalau di tempat saya [Deputi Industri Strategis] sektiar 55%, nanti kita bawa ke Menteri," papar Irnanda hari ini.
Setelah itu, lanjutnya rasio dividen akan dimintai persetujuan dari Menteri BUMN dan disahkan dalam RUPS. "Habis itu, kita masih menunggu Banggar," pungkasnya.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah seusia acara 'Penetapan 100 juta Pelanggan Telkomsel' di Jakarta, Selasa (26/4). Menurutnya, rencana setoran dividen akan dimintai persetujuan pada RUPS Mei mendatang.
"Intinya, cash flow kita cukup kuat sehingga bisa membiayai ekspansi," tutur Rinaldi.
Bahkan, lanjutnya tahun ini perseroan berencana menganggarkan belanja modal alias capex berkisar Rp15-17 triliun. Selain persetujuan rasio dividen, RUPS Telkom juga akan mengangendakan rencana pembeliam kembali (buyback) saham sekitar 2,07%.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Menteri BUMN bidang Industri Strategis, Irnanda Laksanawan menambahkan pihaknya telah menetapkan dividen pay out Telkom 55%.
"Kalau di tempat saya [Deputi Industri Strategis] sektiar 55%, nanti kita bawa ke Menteri," papar Irnanda hari ini.
Setelah itu, lanjutnya rasio dividen akan dimintai persetujuan dari Menteri BUMN dan disahkan dalam RUPS. "Habis itu, kita masih menunggu Banggar," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar